Gorontalo, Minggu 21 Juni 2026 – Wakil Gubernur Gorontalo, Dra. Hj. Idah Syahidah Rusli Habibie,M.H, secara resmi membuka kegiatan Festival Anak Sholeh Tahun 2026 yang diselenggarakan di Lapangan Masjid An-Nasrulloh, Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
Festival Anak Sholeh merupakan agenda tahunan yang secara rutin dilaksanakan sebagai wujud kesungguhan dalam membina generasi muda sejak usia dini, mulai dari anak usia PAUD, SD, SMP, SMA hingga usia pranikah. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi generasi penerus bangsa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kota Timur Frangki Dulialo,S.S IP.M,SI, Kapolsek Kota Timur Iptu Salea Frangky Tumanduk, S.H, Lurah Moodu Ocen Hudodo, S.H serta tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan yang dilaksanakan tepat di depan kantor DPW LDII Provinsi Gorontalo tersebut diikuti sekitar 150 peserta anak-anak usia PAUD, SD, dan SMP yang merupakan utusan dari DPD LDII Kabupaten Pohuwato, Boalemo, Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Bone Bolango.
Dalam sambutannya, Ketua DPW LDII Provinsi Gorontalo, Lukman Arbie, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kehadiran Wakil Gubernur Gorontalo dalam kegiatan tersebut.
“Kehadiran Ibu Wakil Gubernur merupakan kehormatan dan motivasi bagi kami untuk terus berkontribusi dalam pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia. Festival Anak Sholeh ini bukan sekedar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter sesuai tema yang diangkat, yaitu membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, dan berprestasi,” ujar Lukman Arbie.
Suasana kegiatan berlangsung sejuk,ceria dan semangat. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Gorontalo memberikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi LDII dalam membina generasi muda.
“Perhatian LDII terhadap anak anak bangsa ini tentunya pemerintah tidak bisa lepas tangan, pemerintah juga memiliki kewajiban karna tugas pendidikan tugas mengantarkan anak anak bangsa ini, yang bertanggung jawab adalah yang pertama pemerintah, yang kedua orang tua, dan tentunya masyarakat, tanggung jawab ini di sebut segitiga emas, pemerintah, orang tua dan masyarakat”, tutur Idah Syahidah.
Beliau menegaskan bahwa pembinaan generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua semata, melainkan juga merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat. Sinergi ketiga unsur tersebut dinilai sangat penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan masa depan.
Di akhir sambutannya, Wakil Gubernur Gorontalo secara resmi membuka Festival Anak Sholeh Tahun 2026 yang disambut antusias oleh seluruh peserta dan tamu undangan. Pembukaan kegiatan berlangsung meriah, menandai dimulainya berbagai perlombaan dan kegiatan pembinaan yang telah dipersiapkan panitia sebagai bagian dari upaya mencetak generasi Qurani yang unggul dan berprestasi.
Festival Anak Sholeh 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun generasi muda yang religius, cerdas, mandiri, serta memiliki akhlakul karimah sebagai bekal menuju Indonesia yang lebih maju.mr.jamal
