Kabupaten Gorontalo, 7 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Gorontalo memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Budaya Jawa Tondano (Jaton) XX se-Indonesia Timur yang berlangsung di Desa Sidomukti, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo. Dukungan tersebut menjadi wujud nyata komitmen LDII dalam memperkuat silaturahim, melestarikan budaya, serta membangun semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Festival Budaya Jawa Tondano merupakan agenda budaya yang mempertemukan masyarakat Jaton dari berbagai daerah di Indonesia Timur. Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarsesama warga Jawa Tondano dan masyarakat setempat.
Berbagai pertunjukan budaya turut memeriahkan festival, di antaranya penampilan Shalawat Jowo, Hadrah (musik rebana), Dames (tarian tradisional), lomba pidato berbahasa Jaton, hingga pameran kuliner khas Jawa Tondano. Namun, lebih dari sekadar menampilkan kesenian tradisional, festival ini membawa pesan penting tentang menjaga identitas budaya sekaligus memperkokoh persatuan dan silaturahim antargenerasi.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, warga LDII Gorontalo terlibat aktif sebagai peserta dan panitia penyelenggara. Selain itu, LDII juga memberikan bantuan berupa kebutuhan bahan pangan, seperti beras dan bahan pokok lainnya, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Penanggung Jawab Ketua DPW LDII Provinsi Gorontalo, Lukman Arbie, S.Pd.I, secara simbolis menyerahkan bantuan kepada panitia festival. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa budaya merupakan salah satu kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama.
“Bangsa Indonesia menjadi kuat salah satunya karena mampu menjunjung tinggi dan mempertahankan nilai-nilai budaya. Termasuk budaya saling peduli dan saling membantu kepada sesama. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita rawat sebagai bagian dari jati diri bangsa,” ujar Lukman.
Ia juga menyampaikan bahwa Desa Sidomukti yang dipercaya menjadi tuan rumah Festival Budaya Jawa Tondano XX se-Indonesia Timur pada tahun 2026 memiliki kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kontingen yang hadir.
“Menjadi tuan rumah adalah sebuah amanah. Walaupun masih terdapat berbagai keterbatasan, kami berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama memberikan pelayanan terbaik sehingga para tamu dapat merasakan keramahan dan kebersamaan yang menjadi ciri masyarakat Gorontalo,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sidomukti, Herdi Nur Lahay, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan LDII Gorontalo dalam menyukseskan festival tersebut. Menurutnya, keterlibatan LDII menjadi bukti nyata semangat kolaborasi dalam membangun kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar LDII Gorontalo yang telah memberikan dukungan, baik melalui partisipasi sebagai panitia, peserta, maupun bantuan logistik. Selama ini LDII selalu hadir dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di Desa Sidomukti,” ujarnya.
Herdi berharap sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan dapat terus terjalin sehingga Festival Budaya Jawa Tondano tidak hanya sukses sebagai agenda budaya, tetapi juga menjadi media mempererat persatuan, memperkuat silaturahim, serta menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya kepada generasi muda.
Melalui semangat kebersamaan yang terbangun dalam Festival Budaya Jawa Tondano XX se-Indonesia Timur, diharapkan nilai-nilai gotong royong, toleransi, dan pelestarian budaya terus tumbuh sebagai modal sosial dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman Indonesia. mr.jamali
