Gorontalo, Senin 16 Februari 2026 – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia menggelar Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) LDII Tahun 2026 di Jakarta yang dilaksanakan secara hybrid, yakni offline dan online. Kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta secara langsung di Jakarta serta 1.500 peserta daring dari 375 titik yang tersebar di 37 provinsi seluruh Indonesia.
Dari Provinsi Gorontalo, peserta diikuti oleh jajaran Pengurus Harian DPW, Biro Komunikasi Informasi dan Media, Biro Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan, serta 6 DPD Kota/Kabupaten se-Provinsi Gorontalo dengan total 40 peserta.
Mengawali kegiatan, Dewan Penasihat Pusat DPP LDII memberikan arahan sekaligus motivasi kepada seluruh peserta RAPIMNAS. Dalam arahannya ditekankan pentingnya penguatan karakter, menjaga kerukunan, serta memperkuat konsolidasi nasional. Konsolidasi dinilai sebagai kunci sukses dalam berorganisasi agar semakin solid dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.
Pada sesi pembukaan, Ketua Umum Chriswanto Santoso menyampaikan bahwa RAPIMNAS 2026 menjadi momentum strategis menjelang berakhirnya masa bakti kepengurusan saat ini. Ia mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bekerja secara maksimal dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, melakukan yang terbaik bukan hanya sebatas menyelesaikan program kerja, tetapi juga memastikan setiap kebijakan yang diambil memiliki dampak jangka panjang bagi organisasi. Ia menegaskan bahwa apa yang dibangun hari ini harus menjadi fondasi yang kuat bagi kepemimpinan berikutnya.
Sementara itu, Pj Ketua DPW LDII Provinsi Gorontalo, Lukman Arbie, S.Pd.I dalam laporannya menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MUNAS ke-X DPP LDII yang dijadwalkan pada 7–9 April 2026. Ia juga menyampaikan rekomendasi fleksibilitas waktu selama enam bulan kepada DPP LDII untuk melakukan penyesuaian jadwal MUNAS ke-X terhitung sejak berakhirnya masa kepengurusan DPP LDII.
Dengan semangat kebersamaan dan konsolidasi nasional, DPW LDII Provinsi Gorontalo optimis hasil RAPIMNAS 2026 akan semakin memperkuat peran organisasi dalam membangun umat dan bangsa. mr.jamal
