Hari Boleh Libur, Ngaji Jangan Libur

Boalemo , Minggu, 11 Januari 2026 — Semangat menuntut ilmu agama terus ditunjukkan oleh warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Boalemo. Di tengah suasana akhir pekan yang lazim dimanfaatkan untuk berlibur, ratusan warga LDII justru memilih mengisi waktu dengan mengikuti kajian Al-Qur’an dan Hadits.
Kegiatan ini dilandasi motivasi bahwa nilai seseorang sebagai insan yang sholih dan sholihah bukan semata diukur dari banyaknya ilmu agama yang dimiliki, melainkan sejauh mana ilmu tersebut bermanfaat bagi orang lain. Semangat inilah yang menjadi ruh utama dalam pelaksanaan pengajian bertema “Hari Boleh Libur, Ngaji Jangan Libur”.
Antusiasme peserta terlihat sangat baik. Para jamaah mengikuti kajian dengan penuh perhatian dan kesungguhan hingga kegiatan berakhir. Dalam kajian Al-Qur’an, pemateri Lukman Arbie, S.Pd.I menyampaikan kisah teladan Nabi Zakaria ‘alaihissalam. Dikisahkan bahwa Nabi Zakaria yang telah berusia 120 tahun dan istrinya yang berumur 98 tahun yang akan di beri keturunan oleh Allah SWT. Meski secara logika manusia hal tersebut terasa mustahil, Allah SWT menunjukkan kekuasaan-Nya dengan memberi tanda bahwa Nabi Zakaria tidak dapat berbicara dengan manusia selama tiga malam. Kisah ini menegaskan bahwa bagi Allah SWT tidak ada yang mustahil.


Usai kajian Al-Qur’an, Ketua DPD LDII Kabupaten Boalemo, H. Sukiman Kasturi, M.Pd., memberikan arahan dan instruksi kepada seluruh warga LDII. Ia menegaskan pentingnya rasa bangga dan syukur karena masih dapat istiqamah melaksanakan kajian keilmuan di tengah berbagai kesibukan. Dalam arahannya, ia juga menginstruksikan agar seluruh warga LDII senantiasa menerapkan karakter luhur dalam Islam atau budi pekerti luhur dalam kehidupan bermasyarakat, karena hal tersebut menjadi kunci kemuliaan di dunia dan akhirat.
Lebih lanjut disampaikan bahwa warga LDII berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh pendidik, TNI-Polri, pejabat kementerian, tokoh agama, hingga elemen masyarakat lainnya. Namun, instruksinya tetap sama, yakni mengamalkan nilai-nilai karakter luhur Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian ini diikuti oleh lebih dari 135 peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi hingga kegiatan selesai. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa hari libur tidak menjadi penghalang untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kajian Al-Qur’an dan Hadits. mr.jamal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *