Dr. Ahmad Ali Teliti Perkembangan Organisasi Islam di Gorontalo Kunjungi Universitas IAIN Sultan Amai Gorontalo

Gorontalo, Rabu (03/12/2025) — Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus dosen pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta, Dr. Ahmad Ali, MD, MA, melakukan kunjungan riset ke Provinsi Gorontalo guna meneliti perkembangan organisasi-organisasi Islam di daerah tersebut.

Dalam kunjungan akademik ini, Dr. Ahmad Ali turut didampingi Dwi Pramono, Lc, M.S.I, anggota Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari ikrom mudhoif yang difasilitasi oleh DPW LDII Gorontalo.

Sejumlah pengurus DPW LDII Gorontalo ikut serta dalam kunjungan ini, di antaranya H. Baso Desra, M.Pd selaku Wakil Ketua DPW LDII Gorontalo dan Dr. Sri Yulianti Mozin, S.T., MPA sebagai Ketua Biro Hubungan Antar Lembaga DPW Provinsi Gorontalo.

Sebagai bagian dari agenda akademik, Dr. Ahmad Ali  MD juga melakukan kunjungan silaturahmi ke Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. H. Ahmad Faisal, M.Ag. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi mengenai dinamika dan perkembangan organisasi-organisasi Islam di Gorontalo secara umum, serta secara khusus mengenai keberadaan organisasi Islam LDII di wilayah tersebut.

Dalam diskusi itu, Prof. Dr. H. Ahmad Faisal menyampaikan secara jujur bahwa secara pribadi dirinya belum mengetahui secara detail aktivitas organisasi LDII di Gorontalo. Menurutnya, LDII bisa jadi memang ada dan aktif, namun kegiatan-kegiatannya belum terpublikasi secara masif di ruang publik.

Ia juga menegaskan bahwa adanya perbedaan perspektif di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar dan tidak dapat serta-merta dijadikan indikator negatif. Bahkan, menurutnya, bisa jadi terdapat berbagai sisi positif yang belum dipahami atau dikenal secara luas oleh masyarakat.

“Secara akademis, saya tidak akan menyampaikan sesuatu yang tidak saya ketahui agar tidak menjadi informasi yang sesat dan menyesatkan,” tegas Prof. Ahmad Faisal.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di lingkungan kampus, seluruh pemikiran yang berkaitan dengan agama hingga ideologi seperti Marxisme dan atheisme dipelajari secara akademik, bukan untuk diamalkan, tetapi untuk diketahui dan dipahami secara ilmiah. Menurutnya, perbedaan pandangan di internal umat Islam juga merupakan hal yang lumrah dan terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia.

Kunjungan penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh dan objektif mengenai peran serta dinamika organisasi Islam, khususnya LDII, dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat Gorontalo. mr.jamal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *