Dr. Ahmad Ali MD Lanjutkan Risetnya di provinsi yang ke 32 yaitu di Gorontalo, Temui Ketua MUI Provinsi

Gorontalo, Rabu (03/12/2025) – Dr. Ahmad Ali, MD, MA melanjutkan agenda riset dan penelitiannya di provinsi ke-32, yakni Provinsi Gorontalo. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh Dwi Pramono, Lc., M.S.I, anggota Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII.

Rombongan turut bersama sejumlah pengurus DPW LDII Provinsi Gorontalo, di antaranya H. Baso Desra, M.Pd selaku Wakil Ketua DPW, serta Dr. Sri Yulianti Mozin, S.T., MPA sebagai Ketua Biro Hubungan Antar Lembaga DPW LDII Provinsi Gorontalo. Mereka berkunjung ke kediaman Ketua MUI Provinsi Gorontalo, Prof. Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.HI.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Ahmad Ali MD, MA menyampaikan rasa syukur dan hormat atas sambutan yang diberikan. Ia mengutarakan maksud kedatangannya untuk menggali sudut pandang MUI Provinsi Gorontalo terhadap aktivitas organisasi, dakwah LDII, serta dinamika isu-isu positif dan negatif yang berkembang di tengah masyarakat.

Prof. Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.H.I menjelaskan bahwa secara historis organisasi Islam yang lebih dulu berkembang di Gorontalo adalah Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Sementara LDII tergolong lebih muda, sehingga wajar apabila publikasi kegiatannya belum terlalu masif. Namun demikian, ia menilai LDII bukan sekadar sebagai organisasi pendukung, melainkan memiliki peran inti dalam bidang dakwah dengan struktur organisasi, komunikasi, serta pola dakwah yang tertata dengan baik.

Ia juga menegaskan bahwa hubungan silaturahmi antara MUI dan LDII di Gorontalo berjalan sangat intens melalui komunikasi yang rutin, baik di kantor MUI maupun di lingkungan kampus. Mayoritas masyarakat Gorontalo yang beragama Islam dinilai memiliki ukhuwah yang kuat antarorganisasi, serta relatif jauh dari konflik keumatan.

Menanggapi pertanyaan Dr. Ahmad Ali MD, MA tentang keterlibatan unsur LDII dalam kepengurusan MUI Provinsi, Prof. Zulkarnain mengakui bahwa komunikasi selama ini terjalin dengan baik. Namun, karena kesibukannya saat masih menjabat sebagai Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, proses formal memasukkan unsur LDII ke dalam kepengurusan MUI sempat terlewatkan. Menurutnya, ke depan hal tersebut sangat memungkinkan untuk direalisasikan.

Terkait isu negatif yang sempat menimpa LDII, Prof. Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.H.I menilai bahwa informasi tersebut lebih merupakan dinamika yang belum tuntas diverifikasi. Berdasarkan pengamatannya di Gorontalo, aktivitas LDII justru berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan gangguan ukhuwah. Ia menegaskan bahwa Gorontalo termasuk daerah yang aman dan kondusif. Menurutnya, LDII merupakan organisasi independen yang tidak berafiliasi dengan pihak mana pun dan memiliki kontribusi positif bagi umat.

Ia berharap ke depan LDII dapat semakin aktif bergabung dan bekerja sama dengan MUI dalam bidang dakwah serta memberikan gagasan-gagasan untuk kepentingan umat, guna saling melengkapi dalam pelayanan keagamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ahmad Ali MD, MA juga memaparkan tentang buku pertamanya yang mengulas 11 nilai kebajikan jamaah LDII. Sebagai akademisi dan peneliti, ia mengaku tertarik meneliti LDII karena adanya beragam pandangan di setiap daerah. Hingga kini, ia telah melakukan penelitian di 32 provinsi, termasuk Gorontalo. Dari hasil penelitiannya, ia menemukan banyak sisi positif LDII yang menurutnya perlu diketahui masyarakat luas.

“Tidak mungkin sebuah organisasi bisa berkembang dengan baik tanpa citra positif. Banyak kebaikan LDII yang justru belum banyak diketahui publik, dan sebagian di antaranya sudah saya tuangkan dalam buku ini,” ujar Dr. Ahmad Ali MD, MA.

Menutup pertemuan, Ketua MUI Provinsi Gorontalo menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut. Acara diakhiri dengan sesi swafoto bersama serta penyerahan buku karya Dr. Ahmad Ali MD, MA sebagai bahan referensi dakwah bagi umat. mr.jamal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *