Gorontalo, 05 Desember 2025 — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo menjadi titik fokus riset ke-32 di Indonesia bagi Dr. Ahmad Ali MD, MA, Dosen Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta dan salah satu pengurus MUI Banten. Kunjungan cendekiawan muda ini bertujuan untuk meneliti perkembangan organisasi Islam dan menggali perspektif tentang keorganisasian di tingkat lokal.
Sambutan Hangat dan Diskusi Awal
Kedatangan Dr. Ahmad Ali disambut hangat oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Dr. KH. Kaswad Sartono, M.Ag. Pertemuan diwarnai dengan perkenalan singkat yang penuh keakraban, di mana kedua tokoh ini saling berbagi informasi mengenai daerah asal, aktivitas harian, dan kegiatan akademik masing-masing.
Dr. Ahmad Ali MD, MA kemudian mengutarakan maksud kunjungannya, yaitu melanjutkan riset nasionalnya. Ia secara khusus mencari informasi tentang perkembangan terkini organisasi masyarakat (Ormas) Islam di Gorontalo, termasuk perspektif tentang salah satu organisasi, yakni Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Perspektif Kakanwil tentang Keorganisasian Islam
Menanggapi hal tersebut, Dr. KH. Kaswad Sartono, M.Ag, memberikan gambaran sekilas mengenai perkembangan Ormas di Gorontalo. Terkait LDII, beliau mengakui bahwa secara pribadi ia belum mendalami secara spesifik mengenai gerakan, dakwah, dan kepengurusan organisasi tersebut.
Namun, beliau memberikan pandangan umum yang tegas mengenai legalitas sebuah organisasi. “Menurut pendapat saya, dalam berorganisasi secara administratif sudah terdaftar di Kesbangpol pusat hingga provinsi, kemudian tidak melanggar 10 poin fatwa MUI tentang aliran sesat, saya rasa itu sah-sah saja, silakan lanjutkan dakwahnya,” ujarnya.
Dr. KH. Kaswad Sartono, M.Ag juga menekankan pentingnya komunikasi bagi sebuah organisasi: “Idealnya sebuah organisasi itu harus sering berkomunikasi dengan instansi terkait, memperbanyak silaturahim agar tidak saling salah paham dalam perspektifnya.” Ia mencontohkan, organisasi yang masih kecil atau minoritas dan jarang berkomunikasi dengan pemerintah, terkadang bisa disalahpahami atau bahkan merasa dimusuhi.

Pentingnya Toleransi dan Moderasi Beragama
Dalam arahannya, Dr. KH. Kaswad Sartono, M.Ag, berpesan kepada seluruh organisasi Islam dan semua agama untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dalam menjalankan dakwah. Beliau kemudian membagikan sebuah kisah inspiratif tentang seorang teman yang terjerat kasus politik hingga masuk penjara. Temannya yang memiliki dasar pendidikan pesantren, mampu berdakwah dan mengislamkan sebagian besar narapidana di sana.
“Maka kita harus menjadi diri kita sendiri. Saya selalu sampaikan di setiap khotbah saya, harus jaga kerukunan dan toleransi, menjunjung tinggi moderasi dalam beragama, baik sesama Islam maupun dengan yang beda agama,” tegas Kakanwil.
Menjawab pertanyaan Dr. Ahmad Ali MD, MA tentang sudut pandang berbeda dalam berorganisasi, Dr. KH. Kaswad Sartono, M.Ag menjelaskan bahwa Kementerian Agama bertugas memfasilitasi dan membina sebuah organisasi atau agama. Beliau mengingatkan bahwa Islam tidak hanya dinilai dari pakaian yang dikenakan, melainkan dari pengamalan syariat Islam secara keseluruhan serta menjauhi larangan-Nya.
Pesan Khusus untuk LDII
Di akhir perbincangan, Dr. KH. Kaswad Sartono, M.Ag, memberikan pesan penyemangat. “Kawan-kawan dari LDII jangan khawatir tentang dinamika, stigma negatif dan lain-lain. Ketika seseorang berpandangan kurang baik terhadap organisasi kita, maka orang itu belum mendalami tentang organisasi itu .”
Beliau menutup diskusi dengan sebuah ungkapan yang menyentuh inti toleransi: “Kalau sudah sama maka jangan dicari perbedaannya, kalau memang ada perbedaan jangan disama-samakan.”
Kakanwil juga berpesan kepada LDII untuk terus meningkatkan dakwahnya serta mempublikasikan kegiatannya, menjaga kerukunan dan kekompakan, serta memperkuat sinergi dengan berbagai stakeholder. mr.jamali

Alhamdulillah semoga Alloh memberi kebarokahan